Selasa, 05 Agustus 2014

Arti Religion dan Religi

Kemarin kita sudah membahas tentang apa itu Agama dalam Bahasa Indonesia. Baik, sekarang kita akan mengupas arti agama jika ditinjau dalam segi Bahasa Asing. Religion (bahasa Inggris) maupun religie (bahasa Belanda), kedua-duanya berasal dari bahasa induk kedua bahasa tersebut yaitu bahasa Latin: relegere, to treat carrefully - menggarap secara seksama; (Cicero, De Nat, Deorum ii, 28); religare, to bind together - menyatukan (Lactantius, Instif. Div. iv, 28) atau reiligere, to recover - bebas sembuh (Agustine, De Cevitate Dei. c. 3).
Tidak ada satu definisi tentang religion yang dapat diterima secara umum. Para filsuf, para sosiolog, para psikolog, para teolog, dan lain-lain telah merumuskan definisi tentang religion menurut caranya masing-masing dan sesuai pula dengan tujuan masing-masing.
  • Sebagian filsuf beranggapan bahwa religion itu "superstitious structure of incoherent metaphysical notions" (Struktur takhayul faham metafisis yang tidak beraturan)
  • Sebagian ahli sosiologi lebih senang menyebut religion dengan "colective expression of human values" (ekspresi kolektif nilai-nilai manusiawi)
  • Para pengikut Karl Marx mendefinisikan religion dengan "the opiate of the people" (candu bagi rakyat);\
  • Sedngkan sementara para psikolog menyimpulkan bahwa reiligion itu "mystical complex surrounding a project super-ego (kompleks mistis seputar super ego yang direncanakan) 
Dari data empiris di atas, jelaslah bahwa tak ada batasan yang tegas mengenai religion, yang mencakup berbagai fenomena religion itu (H. Endang Saifuddin Anshari M.A, Agama dan Kebudayaan, 1982:hlm 11)
Seperti kita pernah kaji sebelumnya. Mencari arti agama harus dibarengi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Orang memang beranggapan sepele, malah ada yang mungkin beranggapan buat apa kita repot-repot mencari tahu apa arti agama, religion, din dan sebagainya?. Padahal sesungguhnya pemberian batasan (definisi) ini sendiri akan berpengaruh bagaimana kita memandang agama. Seperti agama (religion,dalam bahasa Inggris) jika di pandang oleh para pengikut Karl Marx adalah candu masyarakat. Tentu sudut pandang mereka berbeda. Maka dari itu akan lebih ideal jika kita mencoba menelaah dan mengkritisi serta memberi sebuah kesimpulan dari kajian tentang agama ini.



Salam
Al-Faqir ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar