Minggu, 03 Agustus 2014

Pengertian Kebudayaan

Kali ini saya akan menulis sebuah kajian kebudayaan. Ya, kebudayaan jika dilihat dari kaca mata yang sangat luas bukanlah hanya sekedar tari daerah, kesenian daerah, bahasa dan sebagainya yang biasa disebut dengan kebudayaan daerah. Pada awalnya saya kurang begitu menyukai studi kebudayaan, tetapi setelah membaca beberapa buku yang menjelaskan secara gamblang apa itu kebudayaan merubah paradigma berfikir saya.
Baiklah kita mulai coba kaji secara perlahan. Menurut pendapat pakar ahli antropologi, dalam bukunya Pengantar Antropologi, Koentjaraningrat menjelaskan bahwa kata "kebudayaan" berasal dari sansekerta buddhayah, ialah bentuk jamak dari budhi yang berarti "budi" atau "akal". Demikian ke-budaya-an itu dapat diartikan, "hal-hal yang bersangkutan dengan akal". Bahkan adapula sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi-daya, yang berarti "daya dari budi" (Lihat buku P.J Zoetmulder, Cultuur, Oost West. Amsterdam, 1951).

Maka dari itu, terdapatlah perbedaan dari "budaya" dan "kebudayaan", mereka para ahli membedakan dari keduanya itu. Demikianlah "budaya" adalah "daya dari budi" yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan "Kebudayaan" adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu. Tetapi dalam istilah antropologi-budaya, perbedaan itu ditiadakan. Kata "budaya" hanya dipakai sebagai suatu singkatan saja dari "kebudayaan" dengan arti yang sama.
Dari paparan singkat diatas yang disari dari berbagai pendapat para ahli, maka jelaslah, budaya sangatlah beda dengan kebudayaan. Tetapi seperti biasa sebelum kita melangkah kepada tahap selanjutnya saya kira cukupkan saja sampai disini. Karena saya yang fakir ini belumlah bisa secara gaya bahasa bebas menulisnya disini. Dan kuranglah saya membaca beberapa buku lagi untuk melengkapi kajian kita tentang Kebudayaan ini sendiri.


Salam
Al-Faqir ibn al-faqir
Disinilah

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar