Minggu, 03 Agustus 2014

Pengertian Filsafat II

Filsafat seperti sudah sangat sering kita dengar dan kita baca adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia, yang artinya cinta kebijaksanaan. Dan paparan saya yang lalu sudah menjelaskan definisi (batasan) kajian filsafat itu sendiri. Bisa anda lihat di sini. Kita juga sudah mengenal siapakah filsuf teragung seantero jagat raya ini. Ya, dialah Nabi Agung kita Muhammad SAW. Bukanlah Socrates, Plato, Aristoteles, dan lain sebagainya.
Disini saya akan memaparkan ulasan dari buku Drs. H.A. Dardiri, beliau melihat filsafat dari dua segi. Yaitu, Pertama, filsafat dilihat dari segi pengetahuan, dan filsafat dilihat dari segi aktivitas budi manusia. Ya saya setuju dengan pendapat ini. Bahwa agar tidak rancu kita memahami apa itu filsafat maka kita harus memetakan permasalahan satu persatu. Filsafat itu adalah pengetahuan, filsafat juga adalah aktivitas budi manusia. Dilihat dari segi pengetahuan, filsafat adalah jenis pengetahuan yang berusaha mencari hakikat dari segala sesuatu yang ada. Dan jika dilihat dari segi aktivitas budi manusia, filsafat adalah suatu aktivitas budi manusia untuk secara radikal hendak mencari keterangan yang terdalam tentang segala sesuatu yang ada.
Nah, maka dari itu, jika kita berbicara tentang filsafat, mungkinlah berarti kita sedang berbicara tentang jeis pengetahuan yang disebut filsafat, atau mungkin berarti suatu aktivitas budi manusia mencari keterangan yang terdalam tentang segala sesuatu yang ada.
 Sudah sedikit lebih jelaskah paparan saya ini? Ya, filsafat bukan hanya pengetahuan, filsafat itu aktivitas akal budi manusia yang berusaha mencari keterangan yang terdalam secara radikal. Berfikir secara komprehensif, spekulatif dan kontemplatif. Sulit memang memberikan batasan tentang filsafat itu sendiri. Dalam kaitan ini Harold H. Titus dalam bukunya Living Issues in Philosophy : An Introductory Textbook. Menyarankan agar dalam mendefinisikan filsafat sekurang-kurangnya bertolak dari empat sudut pandang yang saling melengkapi.
Insya Allah nanti kita akan lanjutkan kajian ini. Saya yang fakir ini menyadari betapa banyak kekurangan dari paparan ini tetapi semoga dari tulisan-tulisan saya ini membuat para pembaca memahami bahwa saya melakukan studi untuk diri saya sendiri. Syukur Alhamdulillah jika tulisan saya ini dibaca oleh khalayak banyak.


Salam
Al-Faqir ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar