Senin, 04 Agustus 2014

Pemuda Penerus Bangsa. Teruslah Belajar!

Betapa sangat sedikit pemuda penerus Bangsa ini yang serius untuk belajar. Apakah ada yang salah dengan pendidikan kita di Indonesia ini? dari beberapa survei yang saya lakukan sendiri. Kebanyakan, ya mayoritas para pemuda Bangsa hanya mementingkan pekerjaan yang berujung materi saja. Sungguh sangat mencengangkan batin saya melihat pemandangan seperti ini. Pekerjaan yang layak gaji yang besar, mempunyai paradigma buat apa sekolah tinggi-tinggi toh lulus SMA juga sudah dapat pekerjaan. Ada lagi yang mengatakan ah saya kuliah hanya ingin mendapatkan gelar agar mudah melamar kerja. Seperti inilah pemandangan realita sekarang di Negeri kita.
Lalu siapakah yang patut disalahkan? Pemerintah? Depdiknas? Kurikulum atau apa? Oh, tentu ini adalah kesalahan diri pribadi masing-masing pemuda di Negeri kita. Pemikiran mereka semua dibuntukan oleh materi belaka. Hidup hanya untuk kepuasan materi, kesenangan jasmani.
Mereka tidak peduli, acuh terhadap pendidikan. Maksud saya disini bukan sekedar cerdas pikiran, bukan hanya menjadi seorang intelektual. Tetapi menjadi  manusia yang berilmu dan berakhlak. Karena memang beberapa orang menyalah-artikan, sebagian orang berkata buat apa pintar menjadi seorang intelektual tetapi tidak mempunyai akhlak yang baik. Nah, ini yang harus dikoreksi.
Inilah pentingnya proses berdialektika. Hidup akan lebih indah jika kita banyak mengetahui. Bukan hanya banyak mengetahui tetapi pula mengambil hikmahnya bagi kehidupan kita disini. Karena ada sebuah pepatah mengatakan, "al-'ilmu bila 'amalin kasyaji bila tsamarin" ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah. Tak menghasilkan sesuatu apapun.


Salam
Al-Faqir ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar