Selasa, 05 Agustus 2014

Sajak Untuk Presiden Baru Kami

Suara-suara rakyat mengiringi perjalananmu.
Suara-suara itu meramaikan kampanyemu.
Dari sabang hingga merauke kau berjalan.
Dari miangas sampai pulau rote kau mendapat dukungan.

Kau telah menuntaskan pertarungan.
Pertarungan ideologi serta kepercayaan.
Bertarung melawan bangsamu sendiri.
Berorasi menjanjikan sebuah birokrasi.


Berkoalisi kesana kemari.
Berharap mendapat banyak simpati.

Hingga akhirnya kau keluar sebagai pemenang.
Suara tangis pun pecah, suasana haru pun menyumringah.
Daulat rakyat kepadamu sebagai wewenang.
Memilihmu menjadi seorang pemerintah.

Kau senang.
Lawanmu tak tenang.

Kuakui saat ini kau mungkin yang terbaik.
Dalam menggiring suasana negeri yang pelik.
Membangun cita-cita bangsa.
Yang sangat gandrung akan sejahtera.

Kau telah terpilih.
Dari kumpulan suara yang terdengar lirih.
Ingatlah pendukungmu.
Ingatlah rakyatmu.

Wahai penguasaku yang baru.
Kami menunggu janji-janjimu.
Kamu janjikan pangan, disaat negeri kelaparan.
Kamu janjikakan keamanan negara, disaat rakyat banyak meregang nyawa.

Kamu janjikan pendidikan, disaat kebodohan merajalela.
Kamu janjikan pertumbuhan ekonomi, disaat rupiah nilainya tak dapat dipahami.

Tunjukkanlah pada kami, semua janji itu tak hanyalah wacana diatas samudra.
Tapi benar ada dan benar-benar nyata dirasa.
Tak hanya terdengar sebagai suara-suara sumbang ditelinga.
Tapi hasil cipta, karya, rasa yang dapat disaksikan oleh puluhan pasang mata.

Kami sudah bosan dengan perlakuan keji.
Yang dilakukan atasan guna memperkaya diri.
Kami tak mau hidup menderita kelaparan, kehausan dan kedinginan.
Kami ingin hidup layak diperlakukan sebagai manusia sungguhan.

Kami titipkan negara ini padamu.
Kau aturlah dengan baik bangsa pemberian-Nya.
Kau tak perlu ragu mengerjakan kebaikanmu!
Karena kau adalah PRESIDENnya!


Yusuf Abdul Rahman
(Kuningan, 22 Juni 2014/ 24 Ramadhan 1435 H)

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar