Jumat, 01 Agustus 2014

Muslim Sontoloyo

Islam Sontoloyo, ya, sangat menarik untuk kita bicarakan. Ketika saya sedang asyik membaca buku Dibawah Bendera Revolusi (DBR) karya Ir. Soekarno yang berisi kumpulan tulisan-tulisan beliau tentang pergerakan kebangsaan, saya menemukan satu tulisan Soekarno dalam buku tersebut yang berjudul Islam Sontoloyo. lebih jelasnya adalah satu tulisan beliau Ir. Soekarno dalam salah satu surat kabar insyaallah jika tidak salah adalah surat kabar Pandji Islam tahun 1940 yang mengkritik habis umat islam! sekali lagi umat islam bukan islam itu sendiri. Maka dari itu saya membuat judul yang terinspirasi oleh tulisan beliau dan menggantinya menjadi "Muslim Sontoloyo". Agar tidak terjadi kesalah pahaman, bahwa saya pun setuju dengan ungkapan bahwa umat islam masih banyak yang sontoloyo.
Baiklah saya tidak akan menulis ulang ungkapan-ungkapan yang dikemukakan Soekarno itu tetapi menarik garis besarnya.
Garis besar yang menjadi kajian saya kali ini ialah kepada setiap Muslim yang mengaku beragama Islam, mengaku selalu menjalankan syari'at-syari'atnya tetapi tidak mencerminkan sama sekali akhlak seorang muslim. Lihatlah koruptor-koruptor di Negeri kita? bukankah mayoritas para koruptor itu adalah orang islam? Jelas dan tidaklah bisa kita mengelakkan realita ini. Lalu itukah Muslim sejati? seperti itukah tingkah laku muslim sejati?. Hampir sama dengan paparan dari Ir.Soekarno. Ya, bukan saya membenci islam tetapi memang pada kenyataannya mereka tidak mengetahui essensi dari Islam itu sendiri. Begitulah ungkapannya kurang lebih.
Islam sejatinya mengajarkan kepada umatnya tentang akhlak yang baik, perilaku yang baik sebagai manusia yang sempurna. Tidak mencerminkan tingkah laku binatang. Bukan hanya islam berjubah memegang tasbih, berjanggut. Ini hanya sekedar Islam simbolis! bukan Islam yang diwariskan Nabi Sahabat dan para ulama. Islam itu agama yang bukan hanya mengajarkan hal seperti itu. Dan saya bisa menyimpulkan bahwa orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang tidak bisa men-dinamis-kan agamanya. Islam itu dinamis saudara, islam itu tidak mandeg. Itu hanyalah tradisi berabad-abad yang lalu tepatnya abad ke 7. Mereka bilang sunnah rasul. Ah memang mereka tidak mengetahui sunnah itu seperti apa.
Mengapa saya berbicara tentang hal ini, karena inilah kenyataannya. Banyak umat Islam tidak menggambarkan Islam itu sendiri. Selalu menggembor-gemborkan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits tetapi tidak bisa berfikir secara jernih, mengkafir-kafirkan sesama muslim lain. Maka dari itu daripada banyak berdebat dikalangan internal umat Muslim itu sendiri akan lebih baik jika kita mengoreksi diri kita sendiri. Muslim sejatikah? atau muslim sontoloyo?. Didalam KTP tertera Agama Islam, selalu memakai peci, tetapi kelakuannya tidak bisa mencontoh suri tauladan Nabi Muhammad SAW.  Ah, cobalah koreksi dengan akal sehat kita apakah Islam itu seperti itu?




Salam
Al-Faqir ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar