Sabtu, 02 Agustus 2014

Pengertian Filsafat

Semua orang sudah mengetahui filsafat. Ya, filsafat, begitu banyak pendapat dari sekian ilmuan bahwa filsafat ada yang mengatakan adalah cabang tersendiri, runtutannya Ilmu pengetahuan, filsafat, agama. Ada lagi yang mengatakan filsafat adalah cabang dari humaniora. Memang pada dasarnya filsafat itu sangat menjemukan tetapi tanpa filsafat kita tidak akan menemukan hakekat dari segala sesuatu.
Baik kita kemukakan satu persatu. Filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia dari kata philos atau phillen atau phila yang berarti cinta, dan dari kata sophia yang berarti kebijaksanaan, kearifan, atau pengetahuan. Jadi, philosophia berarti cinta kebijaksanaan atau kearifan atau pengetahuan. Sehingga orang yang mencintai kebijaksanaan, kearifan atau pengetahuan disebut philosophos atau filsuf.

Menurut Cicero, seorang penulis dan pemikir Romawi, orang yang pertama kali memakai istilah filsafat adalah Phytagoras, sebagai reaksi terhadap orang-orang cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya ahli hidup bijaksana, orang arif atau ahli pengetahuan. Menurut Phytagoras, pengetahuan dalam arti yang lengkap tidak sesuai untuk manusia. Maksudnya tiap-tiap orang mengalami kesukaran dalam memperolenya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, ia tidak akan mencapai tepinya. Tidak akan memperoleh keseluruhan, kelengkapan dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Seperti saya kemukakan dalam Mukaddimah saya dahulu, bahwa ilmu pengetahuan yang kita punya hanyalah setetes saja dari luasnya samudera ilmu yang maha mempunyainya yaitu Allah Tuhan semesta alam. Oleh karena itu lanjut Phytagoras, kita ini bukan ahli hidup bijaksana, orang arif, atau ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan, pencinta kebijaksanaan dan pencinta kearifan.
Para filsuf pun telah berusaha merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan sudut pandangannya masing-masing. Ya seperti yang saya kemukakan di awal. Sehingga kita akan menemukan banyak definisi sebanyak orang yang mendefinisikannya. (disari dari buku Drs. H.A. Dardiri, Humaniora, Filsafat, dan Logika, Rajawali Press, 1986:hlm 9-11)
Saya kira akan sangat panjang membahas tentang apa itu filsafat? filsafat itu untuk apa? dan harus bagaimana kita agar bisa menjadi filsuf? Bahkan ada sebagian orang yang memang fokus mengkaji ilmu agama mengenyampingkan filsafat. Saya kira memang wajar karena filsafat sangat radikal dan dikhawatirkan merusak akidah kita umat Muslim. Tetapi akan sangat disayangkan bahwa sebenarnya seperti apa yang dikemukakan oleh Dosen saya Fauz Noor dalam bukunya Tapak Sabda, Semesta Sabda, bahwa filsuf teragung seantero jagat raya ini bukanlah Socrates, Plato, Aristoteles dalam filsafat klasik. Tetapi Nabi Agung kita Muhammad SAW. 
Insya Allah paparan lebih jelasnya akan dikemukakan kemudian hari karena saya tidak mau menulis terlalu panjang.


Salam
Al-Faqih ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar