Sabtu, 02 Agustus 2014

Teori tanpa pergerakan? Enyahlah!

'Teori' dan 'prinsip' saja buat saya belum cukup. Tiap-tiap orang bisa menutup dirinya didalam kamar, dan menggerutu 'ini tidak menurut teori', 'itu tidak menurut prinsip'. Saya tidak banyak menghargakan orang yang demikian itu.  (Ir. Soekarno, Dibawah Bendera Revolusi, 1964, cet 3: hlm 299)
Inilah kutipan dari perkataan Ir.Soekarno dalam buku DBR-nya. Benar memang perkataan seperti ini, teori tanpa pergerakan sama halnya nasi tanpa lauk. Hambar. Tidak akan membuahkan hasil, tidak akan memberi perubahan. oleh sebab itu wajiblah bagi kita generasi muda membuat suatu perubahan, melakukan suatu gerakan tetapi memang harus didasari dengan teori yang relevan untuk perubahan itu sendiri. Sungguh sangat disayangkan bagi kita kaum muda hanya menggeluti teori dan prinsip-prinsip saja. Saya memakai teori ini, saya mempunyai prinsip itu, tetapi tidak melakukan suatu hal apapun.yang dilakukan secara real, secara nyata. Maka dari itu terinspirasi dari perkataan Ir.Soekarno yang memang sangat mengetuk hati saya untuk tidak selalu disibukkan dengan teori, tetapi juga pergerakan.

Ini yang menjadi pokok persoalan dalam postingan saya sekarang. Bergeraklah! Lakukanlah sesuatu! jangan selalu berfikir ah saya tidak bisa melakukan hal yang besar, justru dari hal terkecillah akan tercipta suatu hal yang besar. Akan lebih menyedihkan lagi orang-orang yang tidak mau menyibukkan diri untuk belajar, untuk membangun teori, dan mengolah prinsip-prinsipnya tetapi hanya sekedar berdiam diri di kamar, main, menonton tv, dan menyibukkan dengan sekumpulan teknologi masa kini, dari gadget dan sebagainya. Saya merasa miris melihat orang seperti itu yang ter-ninabobo-kan oleh sesuatu yang sangat abstrak dan tidak mendatangkan manfaat sedikitpun. Terkecuali bagi orang yang memang memanfaatkan teknologi itu untuk membantu sarana belajar.

Salam
Al-Faqir ibn al-faqir

Saya Sarankan Anda Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar